Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Keutamaan Tune Up Mobil Yang Perlu Anda Ketahui.

Secara harfiah, tune-up memiliki arti penyetelan atau perbaikan. Pada kendaraan motor tune-up memiliki makna penyetelan kembali mesin kendaraan agar kembali atau dekati keadaan kerja optimum. 

Sama seperti yang pernah kita singgung di tulisan awalnya jika dalam mesin banyak elemen mesin yang bergerak. Beberapa gerakan elemen kendaraan dalam waktu tertentu akan mengakibatkan beberapa komponen itu berbeda pengaturannya.

Beberapa langkah yang sudah dilakukan lebih kurang sama di antara mesin bensin dan mesin diesel. Untuk mesin bensin, pada mesin konservatif beberapa langkah yang sudah dilakukan diantaranya:

Penyetelan kembali mekanisme pengapian. 

  • Pada kendaraan yang memakai platina dan kondensor sebagai penghantar arus listrik dari koil ke busi, keadaan platina dan kondensor akan dicheck, jika sudah terjadi keausan, karena itu platina dan kondensornya akan ditukar. 
  • Setelah itu pengujian keadaan busi, jika busi telah warna hitam di bagian bawah elektrodanya, dan elektrodanya telah aus, karena itu busi harus ditukar. 
  • Semua busi seharusnya dilaksanakan pergantian supaya keadaan pengapian tidak pincang. Sesudah busi ditukar, diteruskan dengan penataan derajat pengapian sesuai standarnya dengan memutar distributor (montir sering mengatakan dengan delko) dengan kontribusi timing light sebagai tandanya. 
  • Jika kendaraan kita memakai mekanisme CDI sebagai penghantar arusnya, cara yang sudah dilakukan cukup hanya pergantian busi dan pada kendaraan yang derajat pengapiannya bisa distel dengan manual, sama dengan cara di atas, dilaksanakan geprekelan derajat pengapian.

Pembersihan mekanisme suplai bahan bakar.

  • Tahap selanjutnya proses dari tune-up ialah bersihkan mekanisme suplai bahan bakar. Untuk kendaraan yang memakai karburator, sesudah rumah saringan udara dicabut karburator akan disemprotkan dengan cairan carburator cleaner.
  • Hal yang sama dengan dilaksanakan pada mesin dengan mekanisme injeksi bahan bakar electronic, permukaan sisi dalam dari throttle bodi akan disemprotkan dengan injector cleaner.

Selainnya penyetelan dan pembersihan barusan, seharusnya saat tune-up diimbangi dengan pergantian oli kendaraan. Oli mesin baiknya ditukar secara periodik, yang intervalnya tergantung pada tipe oli yang digunakan. Sekarang ini rerata oli sintetis atau semi sintetis menyarankan pergantian oli tiap 5000 km sampai 10000 km. 

Untuk oli transmisi dan gardan (untuk kendaraan berpenggerak roda belakang) seharusnya ditukar ikuti saran dari pabrikasi oli masing-masing, tetapi rerata pergantian oli transmisi dan gardan berlaku pada jeda 10000 km.

Sebagai tambahan, untuk mesin kendaraan yang memakai timing belt, sebaiknya mengecek keadaan dari timing beltnya. 

Sebagai referensi usia gunakan timing belt, dapat berpatok pada info yang ada pada buku panduan pemilik kendaraan/owners buku manual. Ada kendaraan yang menyaratkan pergantian timing belt tiap 20000 km, 40000 km bahkan juga 100000 km. Semoga dapat membantu dan bermanfaat!